Popular Posts
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Seutuhnya telah dibawa
Sesudah ia mengemas
Juga mematangkan
sebulat tekat hatinya
Agar dilihat semua mata
itu katanya....
Sebagia ia bisikkan
jauh sebelum semua
Cukup pelan ia katakan
Kecapan dan anggukan
Adalah jawaban
dengan wajah penuh
arti kepuasan
Akan apa yang ia kerjakan
tanpa perlu menjulingkan
cara pandang yang berlebihan
Seakan ia ucapkan
tanpa ingat dambaan pemirsa
Yang telah merindukan
ia punya senyuman sebagai
sebuah nyatanya kehadiran....
Kiranya sandaran punggung
Semakin condong
Marah tidak akan mengubah
Memelas juga tiada bekas
Memasang ganjal sebuah bantal
Dibunyikan geseran tawar
Wajah tanpa ekspresi lagi
Melumat dodol dingin
Komat -kamit memandangi
Ijasah yang layakkah kini dibanggakan
Ketidakpastian ingin ditinggalkan
Terbayang tempat asal
Yang punya semua
Apa yang dicari disini
Tak juga lebih dari bagian masa lalu
Lekat
Istilah itu
Dengan keinginan
lekat pula ia
Dengan ketidaktahuan
apa yang salah
Jika saja
Hanya kecil
Diberikan sebagai arti
Ada jawab dan dapat disebut
Sebuah pengertian
Ia sadar
bukan miliknya
tempat itu hanyalah
Tempatnya singgah sesaat
tanpa merasa
memiliki apalagi
Harus seakan menguasainya ....
Biar saja
Makanan yang jauh
Dicarinya itu kini
Ia dapatkan dengan tekatnya
Menuju ke sana dengan gembira