Akankah masih ada gunanya
Ketika kesinisan dalam kelola ekspresi
Yang sejak dahulu engkau selalu terdepan
Terlalu dini mendramakan keadaan sebenarnya
Seolah menutupi keserakahan dengan ingin memainkan peran legal sesuka kemauan
Keadaan masa lalu bukan lagi keadaan sekarang, seasat jaman dahulu tidak selalu jitu, merogoh dengan tangan -tangan aturan dengan sarung tangan yang mulai rapuh akan sampai pada tangannya sendiri berpeluh selembab situs megatruh.... menopang kabut dan dinginnya hembusan bayu semilir membisikkan rayu oh baru tahu...
Adakah teriakan dalam barisan ini, yang dengan lantang bicara "kami punya segalanya, termasuk caraand!; Adakah kepongahan yang terlanjur disampaikan para pemburu keuntungan menaburi siasat murahan bermuka jamak seolah menelan kepercayaan hingga menabur kebencian? Redakan dulu ambisi beregulasi tanpa arah pengendali seimbangnya rasa percaya .....
Kembali pada kenyataan kini juga sama pentingnya ; sebongkah emas dan permata tiada tampak menjadi yang paling dicari oleh gelandangan lapar di depan pertokoan sepi tanpa penghuni dan penjaja lagi... sesepi jalanan yang pernah dihuni oleh deru mesin -mesin dan pekat asapnya.... aku atau kamu atau kita dan siapa...
Akan kembali ke sana
..
M