Popular Posts
-
Yang ...harapan tetap ada Kelak engkau datang lagi Sebagaimana Engkau adanya Karena Engkau yang paling diminati Salah tidak untuk dicari ...
-
Aku manusia biasa Jangan sembarangan jika engkau akan menceburkan kedalam samudra luas.... Dengan kedalaman dan ombak dasyat Aku bukan manu...
-
Bersenang-senang dipinggir laut Bahan yang disuka oleh banyak orang selfi dalam banyak pose juga bersama dengan pasir mainan juga berlat...
-
Mengapa ia berada di sana Lihat ia! Berdiam diantaranya... Nanti atau kapan ia akan beranjak Dari tempat itu menuju suatu tempat terbaiknya...
-
Tidak menarik sore itu Dibubuhkan sebuah nama Yang mengarti pada kegagalan Apalagi kegagalan total perburuan Total ditempuh dengan menge...
-
Asal kamu tahu, bahwa semua yang terangkai dalam maksud hati ini tiada lain menangkap ketidakpastian yang melayang-layang sepanjang fajar m...
-
Seperti apa kita bisa menggambarkan dengan loebih tepat? di sini bewberapa kata sangat membantu kita untuk menemukan lebih banyak suasana it...
-
betul sekali menemukan maunya ternyata beda banget dengan yang langsung sudah siap di atas meja kental hingga mengkristalnya tetesan k...
Blogger templates
Blogger news
Blogroll
About
Blog Archive
-
▼
2021
(154)
-
►
October
(39)
- bahan bakar
- pasangan
- Judulnya
- Trus Ganti
- Alas Halus
- Memilih Alas
- Tempat tidur rotan
- Tempat tidur empuk
- Roll Transitions Pack
- Bella Ciao || La Casa De Papel || cover
- Tempat tidur bambu
- tempat tidur besi
- tidur
- bikin enak
- Alas Sintetis
- Episode
- sebagaimana ia
- instan tinopel
- akan berisi
- EMpuk
- Seperti Perangkap
- Dipilihkan....
- Melongok
- Parodikah itu?
- ARA U POS NALAr
- Total
- Mencuci
- Kepiting
- Neuralink, Ambisi Melahirkan Manusia Super dengan ...
- Polina prepares pancakes for breakfast
- Don't worry U nek Ora Komanan
- Terjalin
- tertegun
- Itu Jauh Guys
- Tertimbun
- Ikan Kecil
- Potong Potong
- Bumbu
- Bikin Lagi
-
►
August
(19)
- Bila Mungkin
- PERKEBUNAN PEDESAAN DENGAN HIDANGAN NASI LIWET TUM...
- Take a Walk and Savor Local Street Food
- No title
- Haus
- Pemirsa
- Prakira
- Numpang Tanya
- WOULD YOU EAT THIS DELICIOUS EGG |ZO KITCHEN recipes
- 三茶ラテンフェスティバル2019 vol.1 ICUラムズ サンバパレード - Sancha Lat...
- ARE YOU FAMILIAR WITH THIS BEEF 🥩 SOUP🌽🧄🥬 | Zo...
- Nossa - Mas Que Nada
- Sound of Silence - Dana Winner, Simon and Garfunkel
- Rainy Day Recipes for Summer
- Camping Guest House
- yumi daily life - how to cook carrots
- yumi daily life - chinese radish cake
- yumi daily life - potato wedges recipe
- Dari Jalan Aspal
-
►
July
(32)
- Tape
- AMAZING COOKING | Yumi's Sister and Harvest Mouse ...
- 我们中国人的开门七件事,柴米油盐酱醋茶 Firewood, rice, oil, salt, soy...
- Idyllic life without a gym
- Return To The Idyllic Life
- Kelancangan
- Alternatif
- Sedikit
- Oh... Putus Nyambung
- Ikal
- Sebut Saja
- Tumbuk Basah
- Menunggu
- Agak Kenyal
- Sebagian
- Telat Angkat
- Bacem
- Hannah Daily Life - Challenge To Eat Lemons - The ...
- Setengah Jam Saja
- Neng Non Nong ...
- Lisa Daily Life - Horror Dishes: Top 3 Creepy Craw...
- Autumn Leaves - Yenne Lee plays 2004 Pepe Romero Jr.
- Kembali Ke Kehidupan Yang Idyllic
- Adela Cooking | How to make crispy tofu - Tofu Rec...
- ada yang takut angka longgar
- Lewat Sini Guys
- 【二米炊烟】Mei Cai | Chinese Traditional Preserved Vege...
- How to make a Chinese delicious mushroom meal? 甚于肉...
- PUDING KARAMEL KUKUS lumer dan lembut - Custard Pu...
- Lagi Fresh: Siraman
- Trimakasih
- Lumer
-
►
October
(39)
Telah dilihatnya dari jauh
Kurun waktu yang panjang menempuh juang
Mengerti pada siapa yang mendapat tempat
Untuk mengatakan ujung makna itu hingga ke pangkal
Agar mengerti saat seluruh tubuhnya ikut bernyanyi...
Hilang bentuk baginya hanya suara tawa menyela tabuhan malam
Sekecil gelatik saat hinggap dipucuk bagian rimbun daun pinus
Sesaat saja menari bersama daun-daun itu lalu lompat menghilang
Rimbanya muasal adalah kebebasan menatap langit hingga malam tiba
Menautkan goresan tua dibatang-batang besar berkulit tebal
selayak penghuni tetap melewati puluhan dera musim
Ia yang mengenali dirinya dan yang dicari bukan lagi...
Apa yang tampak di depannya
Juga kepadanya... yang mengerti derap barisan tanpa menapak
Adalah pembawa pesan terpenting baginya dan semua
Mengerti kapan ia meletakkan pada alasnya
.....
Pita merah jambu yang mengikat kenangan hati terurai di samping harum hidangan di tempat kita sedang melewati senja bersama kala itu ....
Awal manisnya pandangan matamu bagai sudah mengecup keningku membuatku tersipu malu
Ambang batas redanya gerimis berpetir saat itu yang hampir menunda pertemuan kita
Penjajakan yang tak ingin kita sia-siakan agar segera kita saling memahami
Engkau dan aku ingin membuka diri dan tidak ingin menggunakan topeng dan sejenisnya....
Walau pun sela rupa makanan dan selfie yang coba kita buat sudah cukup mengurangi gelisah
Perginya kita ke sini agar langkah awal kita yang sangat kita kenang nantinya
Angin dan hujan bukanlah inti penghalang kita untuk bersama
Engkau sendirilah yang penting bagiku dan juga membuat sedikit grogi dan nervous...
Indahnya suasana sekitar yang artistik adalah tempat engkau membawaku masuk kesana...
Namun nilai yang utama engkau membawa bagai membawa rasa hati ini ke dalam hatimu
Layanan panggilan engkau tutup tanpa ada menyela sedikit saja agar kita bisa bersama
Setelah tak hanya sekali dering dan akun serasa mengusikmu hingga kau menggeleng
usai jam tujuh... seingatku manis goda matamu mengajak tuk melihat manisnya gaun itu
Sama sekali tak kurasa hingga penuh keranan tanpa tersa kulirik jam sudah jam sebilan....
hmmm kamu menyembunyikan ketidaksukaanmu saat aku melirik jam itu....
tidak ditemukanya
sepadanya arti seolah-olah saja
❤👀 apa ya? ia heran.
lalu tertawa sendiri....
"black inside kah?"
yang lain berujar membantu
atau bertanya juga tidak jelas maksud
dari intinya....
Lalu dengan kuas-kuas dan pewarna seadanya
ia coba membuat semacam kreasi
untuk mengatakan maksudnya....
semua terdiam
dan kini
sudah
tidak diragukan lagi
semua menjadi lebih bingung
cara yang nadir
ditempat itu......
"semacam kreasilah... kalo gini semua jadi jelas (bingung)"
terima kasih ide anda sangat luar biasa
ha ha ha he he he...... tawa demi tawa menyusul ketika telah
ditemukan,,,,,,, entah dimana... beradanya pengertian itu sebelumnya...
Malang dan untung
Berpeluk dengan erat
Melenggang dengan ringan
Jika saja ia berkaki dan bertangan
Begitu ia dapat digambarkan
Mengisi suasana malam
Ucapan demi ucapan
Tak pernah harus bergeser
Untuk dijadikan sambutan baru
Dengan tepuk menepuk tangan
Hingga ke punggung......
Ia seperti harus sudah tahu
Daya topang dijenjang kisah
Lewat alami beratnya siang...
Hari yang sudah cukup menantang
Walau sebagian yang bilang
Telah capek bukan kepalang
Telah menjadi tanggapan usang
Alas daun diatas tanah
Bukan menjauh seperti itu
Tanpa alami nyatanya mimpi.
Telah kupahami maksudnya
Ia ingin memanjakanku
Disiapkan rupa macam
Perabot berkelas highest.....
Speak istimewa
Sofa bagian tengah
Elegannya meja rias...
Mendongak pada lampu kristal
Sambil terus berjalan...
Woowww...
Langsung kutelentangkan
Tubuh diatas wooden dream bed.......
.....sssssssst tr
Ini komentarnya langsung...
"Mana sempat pake sarung, kalo kaya gini?" Hmmmm
Tidak ada beda?
Siapa kata?
Peraduan yang sunyi....
Sejuk udara
Sangat kurasa
Kulenturkan tubuh saat terbangun
Seperti gerak para yogis
Melakukan lembut...
Sentuhan halus lembut kain
Sebagai alas
Menemani malam hingga pagi
Yang datang dengan cerahnya
Saat jendela kamar
Telah terbuka
Semakin nyata di sana
Pukau indahnya langit....
Tanpa terlihat
Disertakan dengannya
Satu bagian
Terkecil miliknya
Ditinggalkan jauh
Itu semua ditempat
Aslinya berasal
Seluruh kulitnya
Halus mengeras dalam
Oleh usianya
Yang memadai
Membungkus rapat
Keuletan yang kuat
Merupakan inti
Daya pemikat mereka
Menjadikan pilihan
Ringan bukan alasan dibuat
Tapi penuh buktinya
...
Diambil olehnya
Satu bagian untuk dibawa
Menjadi sebuah episode
Olehnya pula
Ia dijauhlan sudah
Dari asal kerumunannya hidup
Bayangkan saja ....
Ia yang dibawa telah dibuat
Terbelah-belah seluruh tubuhnya
Terlentang dengan kenampakan
Jauh dari bentuknya yang asli
Akankankah...
Yang merebahkan
Beban tubuhnya diatasnya ...
Melihatnya .... ia tak akan bertanya
Padamu... yang mengerti
Rongga miliknya
Menyangga cerita hidup...
Telah jadi masa lalu
"Jangan marah, rebahkan amuk dan murkamu di tempat yang tepat ini "
Andai ia bisa menyimpankan seluruh yang kau rasakan, ia akan bicara. Namun dengannya... aku belajar untuk kembali sadar, bahwa malam memang memiliki gelap.
Diam tanpa bicara
Tanpa ada tanya
Tanpa menjawab
Tanpa cerita
Sedikit juga
Wajah datar
Tanpa ekspresi
Pandangan entah kemana
Keingintahuan masihkah tersisa
Mendekat lagi
Agar semakin jelas
Seandainya saja kaca itu
Tak menghalang matanya
Mudah mengerti
Semakin jelas lagi
Tanpa menunggu lama
Datangnya irama dengkur
keinginan yang pernah ada
di dalam sapaanmu
melintasi jalan kecil saat kita bersama
tak lain telah membuat baru
caraku merasakan keadaan
bikin enjoy juga bikin enak
pernah pada keadaan
juga persediaan
yang masih sulit
direka jadi enak
namun juga akhirnya
telah dapat membentuk
semakin jadi enak......
aaahhhhhh
apalagi
memang itu enak
bukan memelintir
kenyataan rasa yang ada
sudah enak adanya
jelas saja....
bikin enak tentunya
canda atau pilihan cara
Gingger tersembunyi
Begitu ia hidup dan tumbuh
Is tidak sekeras kayu
Layaknya umbi lain
Kira kira untuk membandingkan
Yang biasa di dalam tanah
Risau hati terobati
Usai menikmati pecampurannya
Dengan kuah manis lain
segar mengangatkan perut
Bubur dan nama lain sejenis
Apa pun mereka kasih nama
Asal bisa dikecap, dinikmati
Bikin kenyang dan mantab.
Ada istilah
Ada sebutan
Ada julukan juga
Dan semua itu menyebut
Ingin mengatakan sebuah nama
Pada engkau
Yang telah membuat
Enaknya rasa keseluruhan
Hingga seakan telah terperangkap
Pada utuh menyatunya
manis dan kekenyalan milikmu
Yang engkau sendiri
Tak pernah berpikir tentang itu
Menjadi sebuah sebutan sedemikaan
Lahap serumpun demi serumpun
Sambang menyambang dalam
Kerumun menganggukan nikmat cecapan
Dibawah terik tanpa peduli hingga malam tiba
Karena sudah berumur
Beliau dipilihkan
Menu yang empuk
Lembut juga lunak
Juga serat terbaik
Dibawa engkau ketempatnya
Agar lebih mengerti
Sangat sadar is telah berumur
Tak lagi perlu pula segala cara
Menamainya bagai mamalia pemanjat
Apa yang ia kisahkan
Samasekali tak mengatakan
Ia menyukai perang
Ia tidak pula hilang akal
Merindukan masa lalu
Kunyahan lembut pada apa
Yang disuguhkan
Tak lain rupa bagian1yang telah menghantar
Begitu panjang kenangannya....
ia katanya sempat
👫👪👨👯👭
ia katakan
dengan sedikit malu
apa adanya yang ada
apa yang sesungguhnya
ia pahami
sesekali ia menyela
menyeruput tehnya
lalu melanjutkan lagi
apa yang dituturkan itu
membuat banyak orang
jadi terhibur juga tertawa
berat jadi ringan
sela canda dan nyanyian
seperti mengalir begitu saja
jubal ayat bersahut lembut
dengan senandungnya
selayak
orang tampak tersirep
oleh penyihir lucu
tanpa mengerti bagaimana bisa
tanpa terasa panggung yang diberikan
baginya menguras tawa semua tanpa sisa....
Tidak menarik sore itu
Dibubuhkan sebuah nama
Yang mengarti pada kegagalan
Apalagi kegagalan total perburuan
Total ditempuh dengan mengendapkan
Langkah - langkah menyabarkan rasa
Agar ada yang terbidik sebagai menu
Tanpa menyadari langit yang setia
Menjadi saksi semua langkah kala itu
Telah berangsur-angsur menggelap
Gelayut awan -awan saling berhimpit menebal
Bersamaan pula dengan kedatangannya
Sayap - sayap itu semakin meramaikan
Pemandangan di atas ....
Memalingkan perhatian yang semula
Hanya di rimbun semak dan pepohonan
Lalu beralih pada keramain barisan langit ...
Apakah gerangan para pemilik cakar-cakar itu
Yang lalu lalang di atas itu...
Yang membuat semua buruan bersembunyi
Tak jelas maksud mereka ramai diatas sana
Punya mau selain hanya kelincahannya
Menjelajah luasnya langit dengan sesekali
Terdengar lengkingan tanda dan isyarat
Bagi kawanan atau mendorong mangsa
...
Gagal tidak sepenuhnya total
Ada hal besar bahkan lebih besar
Yang terkadang dapat ditemukan....
Siapa
Siapa yang bohong....?
Tersemat kalimat itu ingin bicara
Tentang sebuah keraguan
Juga terbersit ketidakpercayaan...
Mengapa??? Ada apa??
Dulu...
Saat engkau menyuapi puding itu..
Bukankah engkau yang berapi-api
Cerita kalau kita bisa menyatu
seperti mikrofon itu ...
"aku jadi kabel , kamu miknya
kamu mik, aku kabelnya.... tidak terpisahkan!"
"uuuhhh what a sweet...!" mengapa sekarang?
Apakah cintamu telah menjadi wireless?
Terjalinnya hubungan ini
memberi banyak arti dan kenangan
inginya ada harapan yang tetap
kita jaga bersama.... masih kan ??
ia diam di sana
berdiri di tempat itu
tertegun tanpa berucap
melihat tingginya pertanda
bilangan atau pertanda yang menjulang
sesekali rambut kepalanya disibak
kepalanya digaruk-garuk
biar itu bukan karena gatal
adalah kemasan pembungkus menghias
sewarna bawahan ketat yang dikenakan
senandungnya terkadang didengar
entah apa yang dinyanyikan
namun matanya tetap saja
selaksa enggan berkedip
kerut keningnya meracik eja
pada lingkar kata tebal tipis
yang dibuat agar memudah cara
biar semua hanya di duganya sendiri
hingga ia tersenyum mengangguk.. oh itu....
Tidak kusadari
Jika mengharapkan engkau
Yang pernah memberikan mimpi
Juga bunga-bunga harapan
Mendapat ujung yang berbeda
Kesempatan bisa datang
Bukan hanya sekali
Cari yang nggak laku
Siapa pula yang mau
Pilih yang murah
Seringkan kamu dibikin
Semakin bertambah gerah....
Gimana yang adem
Emang kamu orang bakalan betah
Kalo tempat itu bisa kasih makanan
Ini cukup lumayan jauhnya guys
Harus rela jalan lumayan panjang
Baru mulai kelihatan aslinya tempat
Belahan belahan bumi
Yang seperti masih selalu
Menyembunyikan sisi keindahan
Dengan bertabur macam kelezatan...
Melihat seperti rasa itu
Mencari bentuk yang kelihatan
Menggali bahkan yang tidak terjangkau tangan
Menemukan yang tidak mungkin terlihat lagi
Kelezatan itu berada sangat dekat
Tersimpan dan tidak bisa ditunjukkan
Di dalam sebuah bentuk yang terpisah-pisah
Berada untuk penghuni yang menyatu
Istimewa menjadi yang disebut sebuah santapan...
Buat pesta atau keseharian semau lidah menyentuh.......
Belum besar
Ia punya ukuran
Masih mudah untuk dipegang
Bisa ada dalam satu genggaman
Tanpa gerak atau menoleh
Dalam kecil ukuran ia
Tetap jadi perenang handal
Dangka dilibas hingga menyelam
Menuju tempat yang dalam
Tampak kecil ukuran badan
Namun utuh lenkapnya bungkus
Aman melindung dinginnya air
Sama rasa ia miliki
Dalam gurihnya terus dicari
Akan ada ia disini
Tidak sendiri dalam selimut
Jubal berhimpit di dalam daun
Ia bukan ikan yang besar
Yang menerima nama baru
Bersama teman-temannya dan juga bumbu
Tanpa ia harus menanti tubuhnya membesar.
Dalam usaha yang sangat cerdik
Ia lincah mengecilkankan bentuk
Kusuka caranya membentuk
Dengan sangat mudah dan cepat
Tahu nggak tujuannya?
Aku menggelengkan kepala saja
Sambil mbantunya menyusun
Ditempat lain yang disiapkan....
Lalu ia mengangkat yang besar
Kemudian ia bertanya lagi
"You nggak habis kan ukuran ini?"
"Ha ha ha, head nggak lah sebesar itu!"
Ia terus lincah memotong dan memotong sambil mengangguk - angguk mengiyakan ukuran yang ditunjukkan.
"Dengan lumuran bumbu sejumlah ini dan terbatas waktu kita memasak, maka tidak akan ia matang hingga meresap dan enaknya pasti beda , karena tidak sampai dalam"
Api panggangan itu memanggil-manggil
Baranya telah semakin tampak memerah
Tinggal menaiikkan ini semua sesaat lagi....
"Ada yang kurang!"
Ia mengajakku berlari keluar.
Tidak lebih dari seratus meter Kami sudah tiba do bawah pohon rindang.
"Itu dia "
Lalu aku memunguti buah-buah yang sudah terjatuh itu. Keranjang kecil yang dibawanya sudah terisi setengah lebih.
"Cukup" kita pulang.
Merasa penasaran aku bertanya kenapa tidak ambil yang masih berbentuk bagus yang berada di pohon.
"Ini buah asam, yang akan kita gunakan untuk bumbu masakan kita, juga nanti kita bisa buat minuman.yang ini sudah sangat baik dan lebih baik daripada yang masih di pohon itu."
Lalu kuikuti saja ia yang bergegas kembali me dapur. Sambil melangkahkan kaki mengikutinya terpikir olehku betapa luarbiasanya alam yang sudah memberi kemudahan, bahkan memilihkan yang terbaik. Hal yang baru aku sadari saat mulai belajar memasak dengannya.
Kekurangan yang dapat dilengkapi dengan melangkahkan kaki sedikit menambahkan bumbu yang ternyata walau cuma satu tambahan tetap memberi ilmu tambahan yang bermakna.
Yang enak bikin nambah
Bikin lagi sudah lumrah
Yang enak disukai
Yang tidak dijauhi
Bahkan dihindari
Terkadang juga dibuang
Itukan umum bukan formula
Rahasia resep dimana ada
Orang di sana suka memberi
Macam cara untuk siapa.....
Mengulang yang enak
Mencipta yang sedap
Menyantap yang lezat
Dan siapalah mendekat
Kecap bersama semua yang nikmat.
Jangan puma takut kehabisan
Bikin lagi kita bersama-sana.
Saat mereka bilang
"Pas banget...!"
Tak diragukan tambahan lain
"Mantap bro....!"
Ini luar biasa membuatnya
Meluncurkan macam sebut...
Tanpa terhitung...
"Gila abis....!
"Mantul sana sini....!
Hingga sulit ditulis...
Menjadi sebuah kata
Intinya...
Kira - kira seperti ingin teriak
Jangan dirantai
Apalagi dipasung gila yang ini....
Kuah yang hangat
Mengalir sudah melewati
Lidah hingga ke lambungnya
Seteguk teh hangat yang wangi
Menyusul sesaat lirik matanya tertuju
Pada puding yang masih menggiurkannya
Oh iya...
Senyumnya lalu ditebar
Pada penghuni dan teman paginya
Pagi yang baik ......
tulus atau basa basi tak begitu dipentingkan
Lontarannya memastikan yang lain
merasakan hal yang sama
emang harus sama....
sok tahu.......
ada yang ingin berceletuk.....
Bilakah memunculkan nuansa iri atau semacam kemburuan dalam kata penyanggahannya akan realita yang berlansung;
Cukupkah apa yang dicari seputar kesalahan atau kekurangan agar pihak lain ditempatkan pada bagian yang salah tanpa sedikit pun penyeimbang...
Dalam posisi terus mengawasi atau yang berkata sebatas kebetulan juga menunjukkan kadar itu,
Pancaindra miliknya seolah hanya diperuntukkan mendapatkan kecocokan pengumpul lawan, atau kutub dengan pasangan berlawanan, walau magnit tidak demikian karenanya; sebaliknya saling mengikat dan menarik.
You have given a choice
Haus tidak sama dengan aus
Kalau aus tidak menggunakan huruf "H"
Baik itu yang berupa huruf kecil
Maupun yang dalam bentuk kapital
Jadi huruf yang kedelapan ini
Tidak digunakan diawal kata
Sehingga di dalam menuliskannya
Tentu saja lebih mudah dan membutuhkan
Waktu yang lebih singkat
Lalu jika bukan aus yang ingin dikatakan
Mengapa ia dibicarakan atau sonatas dahulu
Apakah cara ini merupakan hal yang penting juga.... mungkin dan sangat biasa gila ada saja orang yang ingin berkomentar lebih....
Bukankah lebih enak langsung saja...
Guys...!
Haus? MUNUM!
Serunya ngegym saat bisa ngumpul,
hebohnya dances yang baru dicoba bareng.... tak adakah hubungan dengan
Sebuah sebab akibat
Yang layak diperbincangkan
Sembari strap tetap mengelus - elus
Layar.....
Hingga haus lagi
Selagi haus minum...
Bukankah itu juga isyarat kehidupan salah satu sinyal terpenting dari tubuh kita
Yang tiidak semua orang
Mau memandang tubuh kita dengan perspektif yang sama....
Apalagi yang masih kelewat....
Haus....
Pasti yang terbaik dilakukan minum
Minuman yang seha dan tentu saja yang halal.
Seutuhnya telah dibawa
Sesudah ia mengemas
Juga mematangkan
sebulat tekat hatinya
Agar dilihat semua mata
itu katanya....
Sebagia ia bisikkan
jauh sebelum semua
Cukup pelan ia katakan
Kecapan dan anggukan
Adalah jawaban
dengan wajah penuh
arti kepuasan
Akan apa yang ia kerjakan
tanpa perlu menjulingkan
cara pandang yang berlebihan
Seakan ia ucapkan
tanpa ingat dambaan pemirsa
Yang telah merindukan
ia punya senyuman sebagai
sebuah nyatanya kehadiran....
Kiranya sandaran punggung
Semakin condong
Marah tidak akan mengubah
Memelas juga tiada bekas
Memasang ganjal sebuah bantal
Dibunyikan geseran tawar
Wajah tanpa ekspresi lagi
Melumat dodol dingin
Komat -kamit memandangi
Ijasah yang layakkah kini dibanggakan
Ketidakpastian ingin ditinggalkan
Terbayang tempat asal
Yang punya semua
Apa yang dicari disini
Tak juga lebih dari bagian masa lalu
Lekat
Istilah itu
Dengan keinginan
lekat pula ia
Dengan ketidaktahuan
apa yang salah
Jika saja
Hanya kecil
Diberikan sebagai arti
Ada jawab dan dapat disebut
Sebuah pengertian
Ia sadar
bukan miliknya
tempat itu hanyalah
Tempatnya singgah sesaat
tanpa merasa
memiliki apalagi
Harus seakan menguasainya ....
Biar saja
Makanan yang jauh
Dicarinya itu kini
Ia dapatkan dengan tekatnya
Menuju ke sana dengan gembira
Lebih tepatnya dari tempat parkir....
Kukunci biar aman...
Lalu remot itu kukantongi, melangkah pelan
mendekati pemandangan yang indah
Hijau tanaman yang telah berubah dari tahun lalu
Saat melewati tempat ini....
Hanya ilalang yang tebal....
Rok yang sedkit agak panjang sepertinya
mulai kotor... baik jika dinaikkan....
Biar gaya sudah tampak kota....
Asal tak bisa berdusta, kangen akan suasana ini...
Mereka yang bekerja dan telah mengubah keadan itu
Membuat langkah meskipun masih jauh
kubiarkan terhenti sejenak...
dan mereka yang bersama pun
tampak menikmati suasana yang sejuk
dan segar di tempat ini...
aku dekati kalu-kalau boleh membeli....
"Udah panen , Pak?
"Monggo-monggo, Dik! dipilih aja nanti saya ambilkan!"
Beberapa yang sedang di sana sibuk dengan cangkul dan sabit pun
jadi berhenti dan mengamati kami yang mendekati mereka.
Singkat cerita...
Muatan seperti sudah cukup bikin bagasi pengap,
Aneka sayuran dan umbi yang katanya super organik
bisa dibuat bermacam-macam cemilan....
Tanpa pake tawar menawar langsung bayar...
sudah sempat yang jalan bersama melongo...
"Kok segitu?"
"Kak tadi ngomong 'RAusah' maksudnya apa?"
Bapak tadi ingin ngasih kita aja, kita nggak usah bayar,
maksudnya begitu, tapi kan kita nggak enak.....
terus aku kasih anaknya
yang baru datang ngirim makanan tadi
Masih ada yang penasaran....
"Kok segitu?"
he he he ....
Emang bapak tadi pake itung-itungan....? Ini menu sehat , Guys?
Cerita disalah satu sudut pasar....
Tape....... tape
Tape singkong... tape ketan
Tape singkong terbuat dari singkong
Tape ketan terbuat dadi ketan
Siapa saja yang punya bokong
Silahkan pilih jangan kelewatan
Ssst .. Mas! Mas! mana yang lebih joss ?
Ketan hitam warnanya lebih gelap
Ketan putih lebih terang ... monggo dipilih...!
eh... Mas! Mas! Mana yang lebih manis?
Tape singkong pake ragi super
Tape ketan pak ragi pilihan
Keduanya berair nyus .... muanissss pol!
nah... kalo mau pilih satu Mas?
Silahkan ....!
Nomor satu jangan dimakan raginya
La wong sudah tinggal cicip aja .. lur
Monggo silahkan Tape ketan
Juga dicoba tape singkong
yang keduanya
sudah nggak lagi diragukan ....
.
Setitik sapa untukmu
Yang merasa berat untuk mengerti
Indahnya kisah puncak mahameru
Ada disana tatkala pinta dan sapa
Mendekat denganmu berperawakan
Serta berwajah jauh dari penguasa
Ia tidak dimengerti
Sebagaimana ia menapaki tempat
Dan arah yang sama denganmu
Ia yang telah mendahului langkahmu
Lewat dari semua itu
Ia yang telah menyingkirkan semua
Yang menjadi penghalangnya
Tidak dengan persenjataan
Atau dengan pusaka miliknya
Para keluatan injakkan kaki
Sudah dicukupkan hingga engkau
Telah berlalu begitu saja
Tanpa syarat baginya
Terkadang ia memilih kembali
Bahkan dibelakangmu
Menyantap dengan keriangannya
Bersamamu tanpa ada simpul
Yang teringat pada akan dan nalar
Agar ada
Artinya cerita mungkin begitu ya....
Bukan cuma cinta
Yang katanya bisa jadi segitiga
Juga
Cerita ada yang putus nyambung
Selera lidah adakalanya
Menyukai yang kering
Lain hari mau yang basah
Istilah apa mau disisipkan
Buat menamainya jika ini hanya
Seperti musim yang juga silih berganti....
Memudahkan
Cara mengingatnya
Yang telah memberi
Sebuah kenangan perjalanan
Suatu saat kita pernah bersama
Alami sekali
Bagaimana model rambutnya
Yang begitu halus hitam berikal
Kalau pun dirubah
Atau dibentuk baru
Salon pelurus pun
akan mengubah sementara
Sebuah aslinya wujud miliknya
Akan tetap muncul kembali ...
Masalah bisa dimengerti
Esok akan selesai mulai kini
Nampak sudah keseriusannya
Andai selangkahnya setara lompatannya
Nyaris yang lusa menjadi esok
Tapi menunggu membereskan tanda mengerti
Utuh berbedanya ditempat pandang
Ingin yang dibuat masih bertingkat....
Menunggumu yang sering tak juga kadang
Enggan mengerti isyarat hatinya......
Gumpalan berupa menariknya baki
Ruas demi ruas bermacam warna
Tipis dan menebalnya lapisan penutup
Gelap bagian tebal berlapis gula
Selembar plastik tipis membatas
Lampu ruang menambah manisnya rupa
Lumber bagian sudut mengundang hasrat
Betapa jeli setiap lapis bagian dibentuk
Narik nafas yang didekat ingin mencoba
Mungkin masih menunggu
Rintik hujan membikin kesabaran
Tidak bisa digambarkan dalam rupa
Selalu terdengar lagu itu bikin menunggu
Satu dua tiga mulai bertepuk tangan
Lahir keceriaan baru sesaat kemudian
Menutup dengan santapan yang telah...
Menggoda sejak awal siapa saja yang ada....
Anggukan demi anggukan
Mengisyaratkan akan kenikmatan rasa
Juga kenyal yang memadai bagi semua umur
Tiada hari yang seutuhnya terang
Itu pemandangan yang paling umum
Dijumpai di belahan bumi ini
Begitu sederhana tampaknya
Namun menjawab langsung
Ketika teman minta dicicip
Kreasi menunya yang baru
Kepekaannya akan bagaimana ia
Terbiasa menggarap aneka menu
Sepenuh hati dengan segera mengerti
Bahkan menemukan kekurangan
Atau sebutlah kealphaan pada bahan
Yang telah lama disiapkan
Selebihnya ia mendapatkan gagasan baru
Untuk menambah sensasi rasa yang lain
Ini bukan persoalan baru baginya.......
Namun sebagian demi sebagian
Tanpa kenal menyerah..
Hal yang ia cari ia dapat dan semakin tampak
....
Ada istimewanya
Istimewa karena asin
Istimewa karena manis
Juga sedap penambah lainya
Aslinya bahan bukanlah sisa belaka
Ramuan yang bukan rahasia mengandung
Asam menyatu dengan semua yang berada
Ijinkan kenangan itu
Kusenandungkan baginya
Tiada lain demi kecintaan yang ada ......
Sangkamu menepati harapan
Menjadi perihal mendesak
Kepulangan dengan perjalanan
Menjadi terasa berbeda
Injakan mengeras perlahan
Tekanan melembut pada pedal
Mengisah suar semakin dalam
Angin pun melaparkan lagunya
Hingga injakan pedal malam
Memanjangkan dengung terindah
Tidak saat silau mentari
Membawa injakan itu
Menyegerakan henti langkah
Dan membuat diri terperangah...
Baru tersadar
Itu pedal yang hanya sama
Letaknya untuk ada di sana....
Setengah jam
Bisa tidak terasa sebentar ...
Sambil melihat angsa -angsa
Menari riang memuji
beningnya air permukaan
Juga mencicipi rumput-rumput
Yang ada didekatnya ....
Telah mengusir kesepian
Tempat menjadi terasa hangat...
.
Debut para kuli lensa
Membela bara ambisi
Demi sebuah nama kreasi
Juga sedikit gengsi...
Rela ikutan dalam antri
Jajanan yang kini jadi gunjingan
Melebihi terkenalnya mama jalan
Jepret sini dan jepret sana
Take sebelum dapat giliran
Hingga dekat dengan pujaan
Ini memang menarik masa
Entah di lidah atau mata
Yang telah tergoda
Tiada henti -hentinya sapa
Buat meminta atau menggoda
Bidikan kiri bidikan kanan
Mencari mana letak senyuman
Kadang lupa ama pesanan....
:::: ada yang dihadapkan
Mengeja tentang anggapan
Juga tentang kenyataan
Maafkan jika demikian
Pernah menganggap keadaan
Tidak selalu dimengerti
Bagaimana perasaan terdalammu
Saat harus berjauhan
Kini semakin kuyakini
Tak selalu cara pandangku benar
Tak ada lain dari kata maaf jika begitu
Kelak pasti ada ruang kebahagiaan lain
Yang masih dapat kita perjuangkan
Masih ada
Wajah - wajah tersisa
Menampakkan keraguan
Mungkin kebingungan juga
Usai menganyang sebagian
Hidangan yang disajikan
Mau dibawa kemana lagi
Jika harus berbusana etnumrik
Yang klasik dan unik demikian
Hingga keluar
Bidadari cantik dengan ramah
Menyapa
"Lewat Sini Guys"
Huuuuffss semua dibikin
Salah langkah juga
Salah tingkah
Gerangan apakah
Yang ditunjukkan olehnya
Apakah senyumnya yang...
Bikin........
Usai lari
Ia bertanya
Kemana yang lain ?
.....
Ini pertanyaan bos ?
......
Ia silahkan tanya
...
.m
Sambil istirahat
Dari sinilah mungkin telah berawal
Kita semakin dinama keluyuran
Apa pun yang kita naiki
Ja7h maksudnya tentu
Bukan serta merta nomaden
Semakin liar ambang arah dipilih
Semakin lahap karena semakin sehat
Pengarti dan penikmat artinya bebas
Omong kosong biar masukin tong
Nyaring sendiri bunyi kan dibuat.
Lagi duduk dengan tenang
bermalas-malasan dibilang orang
takusah dipikir bermacam
Ingin kepala merasa ringan
Seringan aliran air sungai
yang mengalir tenang dan tanpa henti
Hati menyimpul sebuah nama
yang terapung dipermukaan
Warna tak penting dibicarakan
tapi sudah didapat kepastian
Itu pastilah masa lalu seseorang
yang telah melepas dengan bebas
Pasti perasaanya ikhlas
Perasaannya telah jadi ringan
usai melepaskannya hingga mengikuti
aliran sungai itu
Ia tak bisa ditanya
Engkau milik siapa
karena ia telah dilepas
bukan dikatakan dibuang
Tahu sang empunya tak bisa menahan
ada yang baru atau tidak tak pula tahu
Biar saja ia buat lagi yang baru.....
Gumam kecil pada pemandangan ... itu


