Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Blog Archive

Aku mendengar ....
Mereka bicara tentang generasi
Mereka bicara tentang kami
Mengurai lebar panjang tentang kita
Semacam apa maksudnya mereka
tiada lain sebagai yang dinamai para ahli
yang lain punya nilai kepakaran
sebagian ditengarai memakari pengistilahan
membuat laku dalam istilah rating dan hitungan
menjadi disukai hingga mendatangkan berjibunya pemirsa
tidak kurang semakin meningkatnya angka penyuka
Kami jangan ditanya
jangan diminta menilai tentang semua itu
ketika kami sebenarnya memang tidak menyukai
berulangkali mereka telah manamai kami
generasi yang lemah dan ada di bawah
nilai yang sering dugunakan olehnya
bagai agama metodologinya
mereka mengumbar definisi
pengistilahan tentang kami dalam banyak istilah
sesuka mereka punya mau membuat kami tidak berdaya
mereka sudah dicokoli oleh keharusan mengisi ruang interaksi
mereka sudah merasa sudah sangat banyak yang dibaca
tanpa sempat membaca dan mendengar teriakan kami
Jangan anggap remeh kami
Engkau yang bangga menamai kami, dengan tegukan hasil konspirasi....
di sini ... nanti kami akan bicara lagi
bukan untuk membela diri...
tiada lain untuk membuat mereka mengerti........




Telah dilihatnya dari jauh
Kurun waktu yang panjang menempuh juang
Mengerti pada siapa yang mendapat tempat
Untuk mengatakan ujung makna itu hingga ke pangkal
Agar mengerti saat seluruh tubuhnya ikut bernyanyi...

Hilang bentuk baginya hanya suara tawa menyela tabuhan malam
Sekecil gelatik saat hinggap dipucuk bagian rimbun daun pinus
Sesaat saja menari bersama daun-daun itu lalu lompat menghilang
Rimbanya muasal adalah kebebasan menatap langit hingga malam tiba

Menautkan goresan tua dibatang-batang besar berkulit tebal
selayak penghuni tetap melewati puluhan dera musim
Ia yang mengenali dirinya dan yang dicari bukan lagi...
Apa yang tampak di depannya
Juga kepadanya... yang mengerti derap barisan tanpa menapak
Adalah pembawa pesan terpenting baginya dan semua
Mengerti kapan ia meletakkan pada alasnya  

.....

Setiap saat punya 

Kesempatan 

with you 

Me

Cicip 

Alot 

Asin 

Manis 

Pahit 

Mboh 

Lemot 

Nge 

Suk 

Mar 

Ming

Prek 





sepertinya matamu

sudah mengeja

jika itu kini berganti

menuju yang terindah

pada cara yang telah lama

kauharap ada

memantapkan rasa

dalam prasyarat dekat

lekat dan sangat erat

akan ada isinya 

mudah juga enak

di dalam diri....

di dalam lambung penanti

bukan lagi pengandaian semata


Pita merah jambu yang mengikat kenangan hati terurai di samping harum hidangan di tempat kita sedang melewati senja bersama kala itu ....

Awal manisnya pandangan matamu bagai sudah mengecup keningku membuatku tersipu malu   

Ambang batas  redanya gerimis berpetir saat itu yang hampir menunda pertemuan kita

Penjajakan yang tak ingin kita sia-siakan agar segera kita saling memahami

Engkau dan aku ingin membuka diri dan tidak ingin menggunakan topeng dan sejenisnya....

Walau pun sela rupa makanan dan selfie yang coba kita buat sudah cukup mengurangi gelisah

Perginya kita ke sini agar langkah awal kita yang sangat kita kenang nantinya

Angin dan hujan bukanlah inti penghalang kita untuk bersama

Engkau sendirilah yang penting bagiku dan juga membuat sedikit grogi dan nervous...

Indahnya suasana sekitar yang artistik adalah tempat engkau membawaku masuk kesana...

Namun nilai yang utama engkau membawa bagai membawa rasa hati ini ke dalam hatimu

Layanan panggilan engkau tutup tanpa ada menyela sedikit saja agar kita bisa bersama

Setelah tak hanya sekali dering dan akun serasa mengusikmu hingga kau menggeleng  

usai jam tujuh... seingatku manis goda matamu mengajak tuk melihat manisnya gaun itu

Sama sekali tak kurasa hingga penuh keranan tanpa tersa kulirik jam sudah jam sebilan....

hmmm kamu menyembunyikan ketidaksukaanmu saat aku melirik jam itu....

 



tidak ditemukanya

sepadanya arti seolah-olah saja

❤👀 apa ya?  ia heran.

lalu tertawa sendiri....

"black  inside kah?"

yang lain berujar membantu

atau bertanya juga tidak jelas maksud

dari intinya....

Lalu dengan kuas-kuas dan pewarna seadanya

ia coba membuat semacam kreasi

untuk mengatakan maksudnya....

semua terdiam

dan kini

sudah

tidak diragukan lagi

semua menjadi lebih bingung

cara yang nadir

ditempat itu......

"semacam kreasilah... kalo gini semua jadi jelas (bingung)"

terima kasih ide anda sangat luar biasa

ha ha ha he he he...... tawa demi tawa menyusul ketika telah 

ditemukan,,,,,,, entah dimana...  beradanya pengertian itu sebelumnya...


Malang dan untung 

Berpeluk dengan erat 

Melenggang dengan ringan 

Jika saja ia berkaki dan bertangan 

Begitu ia dapat digambarkan

Mengisi suasana malam 

Ucapan  demi ucapan 

Tak pernah harus bergeser 

Untuk dijadikan sambutan baru 

Dengan tepuk menepuk tangan 

Hingga ke punggung......

Ia seperti harus sudah tahu 

Daya topang dijenjang kisah

Lewat alami beratnya siang...

Hari yang sudah cukup menantang 

Walau sebagian yang bilang

Telah capek bukan kepalang 

Telah menjadi tanggapan usang 

Alas daun diatas tanah 

Bukan menjauh seperti itu 

Tanpa alami nyatanya mimpi.

 

Pinterest Instagram


Aku manusia biasa
Jangan sembarangan 
jika engkau akan menceburkan
kedalam samudra luas....
Dengan kedalaman dan ombak dasyat

Aku bukan manusia ikan
Yang langsung bisa berenang di sana
Menyelam dan bermain sesuka hati

Juga tak akan mampu
menyelami dalamnya hatimu
yang kini datang mengeja... dengan pandangan
dari seberang taman yang berbunga-bunga
bermacam warna menghalangi pandangan

Sangat  biasa dan katakanlah kebanyakan
Orang kebanyakan yang ingin juga merasakan
Bebasnya mata memandang tempat-tempat
dimana saja setiap rasa terolah seenaknya...............
tanpa ada mengusik, mengusir atau menendang....


Telah kupahami maksudnya 

Ia ingin memanjakanku 

Disiapkan  rupa macam 

Perabot berkelas highest.....

Speak istimewa 

Sofa bagian tengah 

Elegannya meja rias...

Mendongak pada lampu kristal 

Sambil terus berjalan...

Woowww...

Langsung kutelentangkan 

Tubuh diatas wooden dream bed.......

.....sssssssst tr

Ini komentarnya langsung...

"Mana sempat pake sarung, kalo kaya gini?" Hmmmm 


Tidak ada beda?

Siapa kata?

Peraduan yang sunyi....

Sejuk udara 

Sangat kurasa 

Kulenturkan tubuh saat terbangun 

Seperti gerak para yogis 

Melakukan lembut...

Sentuhan halus lembut kain 

Sebagai alas 

Menemani malam hingga pagi 

Yang datang dengan cerahnya 

Saat jendela kamar 

Telah terbuka 

Semakin nyata di sana 

Pukau indahnya langit....


Sekedar ada tempat

Bukan yang hebat 

Ia hangat bicara 

Sambil perlahan mendekat 

Lalu senyumannya 

Terasa sekali menjabat 

Semua itu sudah lewat 

Bukan tanpa prasyarat 

Aman di tempat ini 

Rebahan bebas 

Andai sesuka mau 

Juga ingin kau letakkan

Tebal dan warna yang kau suka

Tanpa terlihat 

Disertakan dengannya 

Satu bagian 

Terkecil miliknya 

Ditinggalkan jauh 

Itu semua ditempat 

Aslinya berasal 


Seluruh kulitnya 

Halus  mengeras  dalam 

Oleh usianya 

Yang memadai 

Membungkus rapat 

Keuletan yang kuat 

Merupakan inti 

Daya pemikat mereka

Menjadikan pilihan 

Ringan bukan alasan  dibuat

Tapi penuh buktinya 

...


Melewati semua 

Macam jenis dan ukuran 

Telah bertambah sudah 

Kini yang lain 

Mengisi ruang 

Akhir yang pernah ada 

Pada bagian muka 

Namun menghilang 

Memilih ringan nyamannya 

Cara dan waktu 

Untuk datang 

Menjadi bagian cerita...

Di sana ...

Diambil olehnya 

Satu bagian untuk dibawa 

Menjadi sebuah episode 

Olehnya pula 

Ia dijauhlan sudah 

Dari asal kerumunannya hidup 


Bayangkan saja ....

Ia yang dibawa telah dibuat 

Terbelah-belah seluruh tubuhnya 

Terlentang dengan kenampakan 

Jauh dari bentuknya yang asli 


Akankankah...

Yang merebahkan 

Beban tubuhnya diatasnya ...

Melihatnya .... ia tak akan bertanya

Padamu... yang mengerti 

Rongga miliknya 

Menyangga cerita hidup...

Telah jadi masa lalu 

"Jangan marah, rebahkan amuk dan murkamu di tempat yang tepat ini "

Andai ia bisa menyimpankan seluruh yang kau rasakan, ia akan bicara. Namun dengannya... aku belajar untuk kembali sadar, bahwa malam memang memiliki gelap.


Ada yang menyukai bahan 

Untuk dibicarakan 

Dan ads juga yang suka 

Lalu juka ikutan 

Untuk membicarakan 

Bertemu itu pandangan 

Kerasnya bentuk mengisi 

Pembicaraan yang bertemu 

Pembaringan imaginasi terbentuk 

Terselip nyaring bertemunya 

Rupa jenis dan ukuran kerasnya.....

Diam tanpa bicara 

Tanpa ada tanya 

Tanpa menjawab 

Tanpa cerita 

Sedikit juga 


Wajah datar 

Tanpa ekspresi 

Pandangan entah kemana 

Keingintahuan masihkah tersisa 


Mendekat lagi 

Agar semakin jelas

Seandainya saja kaca itu

Tak menghalang matanya 

Mudah mengerti 

Semakin jelas lagi 

Tanpa menunggu lama 

Datangnya irama dengkur 

keinginan yang pernah ada

di dalam sapaanmu

melintasi jalan kecil saat kita bersama

tak lain telah membuat baru

caraku merasakan keadaan

bikin enjoy juga bikin enak


pernah pada keadaan

juga persediaan

yang masih sulit

direka jadi enak

namun juga akhirnya

telah dapat membentuk

semakin jadi enak......

aaahhhhhh


apalagi

memang itu enak

bukan memelintir

kenyataan rasa yang ada

sudah enak adanya

jelas saja....

bikin enak tentunya

 


kasanah ada di sana

dikeutuhan sanubarinya

yang telah menyatu padu

dalam seluruh proses

profesi dan serangkai langkah

gerak dan cara larinya

arahnya tetap tajam

menuju sasaran

kemana pun bidikan terarah

sering sebagian lambat mengerti

hingga dipenghujung...

tetap menyulam tanya

bagaimana bisa...?



 


Rasanya ingin menemukan 

Jurus abrakadabra 
Saat menemukan data yang belum dapat tercerna logika ...
Bila kenormalan sebuah grafik hanya gambar 
Akankah ini mampu menjawab realita ...?

Mustahil dan bikin sinting 
Boleh saja asal kewarasan masih menjadi kesadaran yang kita miliki ....

 canda atau pilihan cara

bahwa akan sampai
pada waktu
nantinya terisi
sekarang
tidak ia katakan

udara dingin
ruang beku
air dingin
atau yang mengkristal
bukan jawaban

jika kapan
boleh mendekat
ia menuntut kepastian
ia enggan menajam
agar kebebasan punya bentang

setara omong kosong
Juga masih ada 
Tiada langsung berlalu 
Menyuarakan lain 
Yang maksudnya 'bohong'

Yang sebagian 
Tetap sempat menengok 
Memastikan apakah 
Itu masih melompong....


 Fresh Ginger transparent PNG - StickPNG

Gingger tersembunyi 

Begitu ia hidup dan tumbuh 

Is tidak sekeras kayu 

Layaknya umbi lain 

Kira kira untuk membandingkan 

Yang biasa di dalam tanah 

Risau hati terobati 

Dry Split Gingers Grade-A From Nigeria, Packaging Type: Transparent Plastic  Katta, Rs 230 /kilogram | ID: 20543619173

Usai menikmati pecampurannya

Dengan kuah manis lain 

segar mengangatkan perut

Bubur dan nama lain sejenis 

Apa pun mereka kasih nama 

Asal bisa dikecap, dinikmati 

Bikin kenyang dan mantab.



 


Ada istilah 

Ada sebutan

Ada julukan juga 

Dan semua itu menyebut 

Ingin mengatakan sebuah nama 


Pada engkau 

Yang telah membuat 

Enaknya rasa keseluruhan 

Hingga seakan telah terperangkap 

Pada utuh menyatunya 

manis dan kekenyalan milikmu 


Yang engkau  sendiri 

Tak pernah berpikir tentang itu 

Menjadi sebuah sebutan sedemikaan 

Lahap serumpun demi serumpun 

Sambang menyambang dalam 

Kerumun menganggukan nikmat cecapan 

Dibawah terik tanpa peduli hingga malam tiba 

 


Karena sudah berumur 

Beliau dipilihkan

Menu yang empuk 

Lembut juga lunak 

Juga serat terbaik 


Dibawa engkau ketempatnya 

Agar lebih mengerti 

Sangat sadar is telah berumur 

Tak lagi perlu pula segala cara 

Menamainya bagai mamalia pemanjat

Apa yang ia kisahkan 

Samasekali tak mengatakan 

Ia menyukai perang 

Ia tidak pula  hilang akal 

Merindukan masa lalu 

Kunyahan lembut pada apa 

Yang disuguhkan 

Tak lain rupa bagian1yang telah menghantar 

Begitu panjang kenangannya....

 


ia katanya sempat

Mengarahkan pandangannya 
Meskipun hanya sesaat 

Tertegun ia dibuat 
Tinggi letaknya tempat
Mengarah suatu saat 
Tanpa lagi melirik 

Hingga timbulah dekat 
Hatinya menyanyikan jawab 
Jauh dibawah temunya pandang 
Disela batas gugus merapat
Beribu kata mampu tersemat

Jernih matanya bermaklumat
Merangkum eloknya siratan kisah 
Laksana pelengkap ruang yang hilang
Dalam torehan torehan batuan sungai 
.... entah dimana kini..

👫👪👨👯👭

ia katakan

dengan sedikit malu

apa adanya yang ada

apa yang sesungguhnya

ia pahami


sesekali ia menyela

menyeruput tehnya

lalu melanjutkan lagi

apa yang dituturkan itu

membuat banyak orang 

jadi terhibur juga tertawa

 

berat jadi ringan

sela canda dan nyanyian

seperti mengalir begitu saja

jubal ayat bersahut lembut


 

dengan senandungnya

selayak

orang tampak tersirep

oleh penyihir lucu

tanpa mengerti bagaimana bisa

tanpa terasa panggung yang diberikan

baginya menguras tawa semua tanpa sisa.... 




Termangu Termangu aku menatap hamparan tanah subur yang seakan bernafas, menyuguhkan kehidupan bagi setiap benih yang menari di atasnya. Keajaiban alam yang tiada tanding, menjanjikan keberlimpahan bagi siapa saja yang menghargainya. ue

Rasanya begitu pilu, menyadari bahwa langkahku tak pernah menjadikan tempat ini sebagai tujuan utama sejak dulu. Seharusnya sejak lama aku bersujud pada tanah yang penuh berkah ini, meresapi nafas kehidupan yang ia hembuskan, dan membiarkan setiap helaian rumput yang menari membisikkan ketenangan ke dalam jiwaku. Kini aku berdiri, terhanyut dalam pesona kesuburan yang seakan merajut kembali ingatan akan keindahan yang terlupakan.itek

Sampaikanlah pada pohon-pohon yang menjulang gagah, bahwa pesona yang mereka berikan telah mengukir jejak di hati yang tak akan terhapus oleh waktu. Bisikkan pada daun-daun yang menari dalam semilir angin, bahwa keindahan yang mereka hamparkan adalah alunan melodi alam yang selalu dikenang. Aku berdiri di sini, membiarkan setiap helai daun menyampaikan pesan tentang kekaguman yang tak bertepi, mengabadikan setiap kilau hijau yang menyelimuti bumi dengan kehangatan yang tiada tara.ih

Berikan setetes embun milikmu, agar jejak yang kutinggalkan senantiasa membawa kenangan tentang tanah subur ini. Biarkan kesejukanmu meresap ke dalam langkah-langkahku, menjadi bisikan lembut di setiap perjalanan yang kutempuh. Aku ingin membawa pesona yang kauhamparkan, mengabadikan keindahanmu dalam ingatan yang tak akan pudar, seperti embun yang menghidupi pagi, memberi kehidupan bagi setiap harapan yang tumbuh. olong







Tidak menarik sore itu 

Dibubuhkan sebuah nama 

Yang mengarti pada kegagalan 

Apalagi kegagalan total perburuan 

Total ditempuh dengan mengendapkan 

Langkah - langkah menyabarkan rasa 

Agar ada yang terbidik sebagai menu 

Tanpa menyadari langit yang setia 

Menjadi saksi semua langkah kala itu 

Telah berangsur-angsur menggelap

Gelayut awan -awan saling berhimpit menebal 

Bersamaan pula dengan kedatangannya 

Sayap - sayap itu semakin meramaikan 

Pemandangan di atas ....

Memalingkan perhatian yang semula 

Hanya di rimbun semak dan pepohonan 

Lalu beralih pada keramain barisan langit ...

Apakah gerangan para pemilik cakar-cakar itu 

Yang lalu lalang di atas itu...

Yang membuat semua buruan bersembunyi 

Tak jelas maksud mereka ramai diatas sana 

Punya mau selain hanya kelincahannya 

Menjelajah luasnya langit dengan sesekali 

Terdengar lengkingan tanda dan isyarat 

Bagi kawanan atau mendorong mangsa 

...

Gagal tidak sepenuhnya total 

Ada hal besar bahkan lebih besar 

Yang terkadang dapat ditemukan....


menangani berbagai

urusan kotor

cerita setelah dipakai

lebih sering

daripada kebalikannya

cerita sebelum dipakai

walau

tetap sama

pada rentang putaran

babak mengulang serupa

membersihkan

lalu dikotori lagi

mencuci dengan maksud

supaya bersih




telungkup

diam

tanpa gerak

bukan ditempatnya

hidup

berintuisi lari

tidak kini

krekkkk

bunyi keras kulit

terbelah, terpotong...

lanjut lumat dan sesap

gurih


ngesano sik
njur waras

timbangane kayane wares
barkui terus
edan ratau mari.....

ngguyuo cak
ojo pelit ngguyu!!!!!!!!!!!!!



Siapa

Siapa yang bohong....?

Tersemat kalimat itu ingin bicara

Tentang sebuah keraguan

Juga terbersit ketidakpercayaan...

Mengapa??? Ada apa??


Dulu...

Saat engkau menyuapi puding itu..

Bukankah engkau yang berapi-api

Cerita kalau kita bisa menyatu

seperti mikrofon itu ...

"aku jadi kabel , kamu miknya

kamu mik, aku kabelnya.... tidak terpisahkan!"

"uuuhhh what a sweet...!" mengapa sekarang?

Apakah cintamu telah menjadi wireless?


Terjalinnya hubungan ini

memberi banyak arti dan kenangan

inginya ada harapan yang tetap

kita jaga bersama.... masih kan ??





ia diam di sana

berdiri di tempat itu


tertegun tanpa berucap

melihat tingginya pertanda

bilangan atau pertanda yang menjulang

sesekali rambut kepalanya disibak

kepalanya digaruk-garuk

biar itu bukan karena gatal

adalah kemasan pembungkus menghias

sewarna bawahan ketat yang dikenakan


senandungnya terkadang didengar

entah apa yang dinyanyikan

namun matanya tetap saja

selaksa enggan berkedip

kerut keningnya meracik eja

pada lingkar kata tebal tipis

yang dibuat agar memudah cara

biar semua hanya di duganya sendiri

hingga ia tersenyum mengangguk.. oh itu....


PALSU???

Tidak kusadari

Jika mengharapkan engkau

Yang pernah memberikan mimpi

Juga bunga-bunga harapan

Mendapat ujung yang berbeda


Boleh orang bilang


Kesempatan bisa datang 

Bukan hanya sekali 

Cari yang nggak laku 

Siapa pula yang mau 


Pilih yang murah 

Seringkan kamu dibikin 

Semakin bertambah gerah....


Gimana yang adem 

Emang kamu orang bakalan betah 

Kalo tempat itu bisa kasih makanan 

Ini cukup lumayan jauhnya guys 

Harus rela jalan lumayan panjang 

Baru mulai kelihatan aslinya tempat 

Belahan belahan bumi 

Yang seperti masih selalu 

Menyembunyikan  sisi keindahan 

Dengan bertabur macam kelezatan...



Butuh pengalaman 

Melihat seperti rasa itu

Mencari bentuk yang kelihatan

Menggali  bahkan yang tidak terjangkau tangan

Menemukan yang tidak mungkin terlihat lagi

Kelezatan itu berada sangat dekat

Tersimpan dan tidak bisa ditunjukkan

Di dalam sebuah bentuk yang terpisah-pisah

Berada untuk penghuni yang menyatu

Istimewa menjadi yang disebut sebuah santapan...

Buat pesta atau keseharian semau lidah menyentuh.......


Belum besar 

Ia punya ukuran

Masih mudah untuk dipegang 

Bisa ada dalam satu genggaman 

Tanpa gerak atau menoleh 


Dalam kecil ukuran ia 

Tetap jadi perenang handal 

Dangka dilibas hingga menyelam 

Menuju tempat yang dalam 

Tampak kecil ukuran badan 

Namun utuh lenkapnya bungkus 

Aman melindung dinginnya air 


Sama rasa ia miliki 

Dalam gurihnya terus dicari 

Akan ada ia disini 

Tidak sendiri dalam selimut 

Jubal berhimpit di dalam daun 

Ia bukan ikan yang besar 

Yang menerima nama baru 

Bersama teman-temannya dan juga bumbu 

Tanpa ia harus menanti tubuhnya membesar.





Dalam usaha yang sangat cerdik 

Ia lincah mengecilkankan bentuk 

Kusuka caranya membentuk 

Dengan sangat mudah dan cepat 

Tahu nggak tujuannya?

Aku menggelengkan kepala saja 

Sambil mbantunya menyusun 

Ditempat lain yang disiapkan....

Lalu ia mengangkat yang besar 

Kemudian ia bertanya lagi 

"You nggak habis kan ukuran ini?"

"Ha ha ha, head nggak lah sebesar itu!"

Ia terus lincah memotong dan memotong sambil mengangguk - angguk mengiyakan ukuran yang ditunjukkan.

"Dengan lumuran bumbu sejumlah ini dan terbatas waktu kita memasak, maka tidak akan ia matang hingga meresap dan enaknya pasti beda , karena tidak sampai dalam"

Api panggangan itu memanggil-manggil 

Baranya telah semakin tampak memerah 

Tinggal menaiikkan ini semua sesaat lagi....


"Ada yang kurang!"

Ia mengajakku berlari keluar.

Tidak lebih dari seratus meter Kami sudah tiba do bawah pohon rindang.

"Itu dia "

Lalu aku memunguti buah-buah yang sudah terjatuh itu. Keranjang kecil yang dibawanya sudah terisi setengah lebih.

"Cukup" kita pulang.

Merasa penasaran aku bertanya kenapa tidak ambil yang masih berbentuk bagus yang berada di pohon.

"Ini buah asam, yang akan kita gunakan untuk bumbu masakan kita, juga nanti kita bisa buat minuman.yang ini sudah sangat baik dan lebih baik daripada yang masih di pohon itu."

Lalu kuikuti saja ia yang bergegas kembali me dapur. Sambil melangkahkan kaki mengikutinya terpikir olehku betapa luarbiasanya alam yang sudah memberi kemudahan, bahkan memilihkan yang terbaik. Hal yang baru aku sadari saat mulai belajar memasak dengannya.

Kekurangan yang dapat dilengkapi dengan melangkahkan kaki sedikit menambahkan bumbu yang ternyata walau cuma satu tambahan tetap memberi ilmu tambahan yang bermakna.




Yang enak bikin nambah 

Bikin lagi sudah lumrah 

Yang enak disukai

Yang tidak dijauhi 

Bahkan dihindari

Terkadang juga dibuang 


Itukan umum bukan formula 

Rahasia resep dimana ada 

Orang di sana suka memberi 

Macam cara untuk siapa.....


Mengulang yang enak 

Mencipta yang sedap 

Menyantap yang lezat 

Dan siapalah  mendekat 

Kecap bersama semua yang nikmat.

Jangan puma takut kehabisan 

Bikin lagi kita bersama-sana.


 

Saat mereka bilang 

"Pas banget...!"

Tak diragukan tambahan lain 

"Mantap bro....!"

Ini luar biasa membuatnya 

Meluncurkan macam sebut...

Tanpa terhitung...

"Gila abis....!

"Mantul sana sini....!

Hingga sulit ditulis...

Menjadi sebuah kata 

Intinya...

Kira - kira seperti ingin teriak 

Jangan dirantai 

Apalagi dipasung gila yang ini....



Kuah yang hangat

Mengalir sudah melewati

Lidah hingga ke lambungnya

Seteguk teh hangat yang wangi

Menyusul sesaat lirik matanya tertuju

Pada puding yang masih menggiurkannya

Oh iya...

Senyumnya lalu ditebar

Pada penghuni dan teman paginya

Pagi yang baik ......

tulus atau basa basi tak begitu dipentingkan

Lontarannya memastikan yang lain

merasakan hal yang sama

emang harus sama....

sok tahu.......

ada yang ingin berceletuk.....










 

 


Singkat cerita dapat kaubuat
Sekedar mengatakan,
Ia yang dulu bukanlah 
Ia yang sekarang 
Apa yang dibilang orang sebagai 
Pribadi yang posesif tiada lain sebagai bagian 
Yang pernah harus dilewati pada fasenya....

Tiada nampak kini dalam sepak terjang juga dalam tutur kata sebagaimana dijadikan bahan cemooh...,
Tiada dapat dipungkir terkadang justru sejumlah para pencemooh yang tanpa disadari dirinya pun memiliki hal hal itu lebih menonjol, 

Apakah menurutmu mereka memiliki emosi yang stabil, atau menjadi tenang dalam mengutarakan maksudnya.
Bilakah memunculkan nuansa iri atau semacam kemburuan dalam kata penyanggahannya akan realita yang berlansung;
Cukupkah apa yang dicari seputar kesalahan atau kekurangan agar pihak lain ditempatkan pada bagian yang salah tanpa sedikit pun penyeimbang...
Dalam posisi terus mengawasi atau yang berkata sebatas kebetulan juga menunjukkan kadar itu,
Pancaindra miliknya seolah hanya diperuntukkan mendapatkan kecocokan pengumpul lawan, atau kutub dengan pasangan berlawanan, walau magnit tidak demikian karenanya; sebaliknya saling mengikat dan menarik.

Tidak demikian dengn mereka yang seolah tidak membiarkan kebaikan dimiliki orang yang tidak disukannya ketika itu....


Jika ia datang, mereka berbicara banyak akan kedatangnya.
Kalau kamu datang tidak akan luput pembicaraan tentang kedatanganmu,
Kesengajaan atau tidak isi pembicaraannya seperti perubahan yang tidak dengan sengaja ingin mereka ketahui.



Remember

You have given a choice
I would
I could....

Five years
Almost 
without 



Alone 

Since you away 
Unconsciously space ...
Using  anything's momentum 







Haus tidak sama dengan aus 

Kalau aus tidak menggunakan huruf "H"

Baik itu yang berupa huruf kecil 

Maupun yang dalam bentuk kapital 

Jadi huruf yang kedelapan ini 

Tidak digunakan diawal kata 

Sehingga di dalam menuliskannya 

Tentu saja lebih mudah dan membutuhkan 

Waktu yang lebih singkat 

Lalu jika bukan aus yang ingin dikatakan 

Mengapa ia dibicarakan atau sonatas dahulu 

Apakah cara ini merupakan hal yang penting juga.... mungkin dan sangat biasa gila ada saja orang yang ingin berkomentar lebih....

Bukankah lebih enak langsung saja...

Guys...!

Haus? MUNUM!

Serunya ngegym saat bisa ngumpul, 

hebohnya dances yang baru dicoba bareng.... tak adakah hubungan dengan 

Sebuah sebab akibat 

Yang layak diperbincangkan 

Sembari strap tetap mengelus - elus 

Layar.....

Hingga haus lagi 

Selagi haus minum...

Bukankah itu juga isyarat kehidupan salah satu sinyal terpenting dari tubuh kita 

Yang tiidak semua orang 

Mau memandang tubuh kita dengan perspektif yang sama....

Apalagi yang masih kelewat....

Haus....

Pasti yang terbaik dilakukan minum 

Minuman yang seha dan tentu saja yang halal.


 8 Steps for the Perfect Product Launch

Seutuhnya telah dibawa 

Sesudah ia mengemas 

 Juga mematangkan
sebulat tekat hatinya
Agar dilihat semua mata
itu katanya....

Sebagia ia bisikkan
jauh sebelum semua
Cukup pelan ia katakan
Kecapan dan anggukan
Adalah jawaban
dengan wajah penuh
arti kepuasan
Akan apa yang ia kerjakan
tanpa perlu menjulingkan
cara pandang yang berlebihan
Seakan ia ucapkan
tanpa ingat dambaan pemirsa
Yang telah merindukan
ia punya senyuman sebagai
sebuah nyatanya kehadiran....



Kiranya sandaran punggung 

Semakin condong 

Marah tidak akan mengubah 

Memelas juga tiada bekas 

Memasang ganjal sebuah bantal 

Dibunyikan geseran tawar

Wajah tanpa ekspresi lagi 

Melumat dodol dingin 

Komat -kamit memandangi 

Ijasah yang layakkah kini dibanggakan 

Ketidakpastian ingin ditinggalkan 

Terbayang tempat asal 

Yang punya semua 

Apa yang dicari disini 

Tak juga lebih dari bagian masa lalu 

Lekat

Istilah itu

Dengan keinginan

lekat pula ia

Dengan ketidaktahuan

apa yang salah



Jika saja

Hanya kecil

Diberikan sebagai arti

Ada jawab dan dapat disebut

Sebuah pengertian


Ia sadar

bukan miliknya

tempat itu hanyalah

Tempatnya singgah sesaat

tanpa merasa

memiliki apalagi

Harus seakan menguasainya ....


Biar saja

Makanan yang jauh

Dicarinya itu kini

Ia dapatkan dengan tekatnya

Menuju ke sana dengan gembira






Lebih tepatnya dari tempat parkir....

Cuit....

Kukunci biar aman...

Lalu remot itu kukantongi, melangkah pelan

mendekati pemandangan yang indah

Hijau tanaman yang telah berubah dari tahun lalu

Saat melewati tempat ini....

Hanya ilalang yang tebal....

Rok yang sedkit agak panjang sepertinya

mulai kotor... baik jika dinaikkan....


Biar gaya sudah tampak kota....

Asal tak bisa berdusta, kangen akan suasana ini...

Mereka yang bekerja dan telah mengubah keadan itu

Membuat langkah meskipun masih jauh

kubiarkan terhenti sejenak...

dan mereka yang bersama pun

tampak menikmati suasana yang sejuk

dan segar di tempat ini...

aku dekati kalu-kalau boleh membeli....

"Udah panen , Pak?


"Monggo-monggo, Dik! dipilih aja nanti saya ambilkan!"

Beberapa yang sedang di sana  sibuk dengan cangkul dan sabit pun

jadi berhenti dan mengamati kami yang mendekati mereka.

Singkat cerita...

Muatan seperti sudah cukup bikin bagasi pengap, 

Aneka sayuran dan umbi yang katanya super organik

bisa dibuat bermacam-macam cemilan....

Tanpa pake tawar menawar langsung bayar...

sudah sempat yang jalan bersama melongo...

"Kok segitu?"


"Kak tadi ngomong 'RAusah' maksudnya  apa?"

Bapak tadi ingin ngasih kita aja, kita nggak usah bayar, 

maksudnya begitu, tapi kan kita nggak enak.....

terus aku kasih anaknya 

yang baru datang ngirim makanan tadi

Masih ada yang penasaran....

"Kok segitu?"


he he he ....

Emang bapak tadi pake itung-itungan....? Ini menu sehat , Guys?

 



 Cerita disalah satu sudut pasar....


Tape....... tape 

Tape singkong... tape ketan

Tape singkong terbuat dari singkong

Tape ketan terbuat dadi ketan 

Siapa saja yang punya bokong 

Silahkan pilih jangan kelewatan


Ssst .. Mas! Mas! mana yang lebih joss ?


Ketan hitam warnanya lebih gelap 

Ketan putih lebih terang ... monggo dipilih...!


eh... Mas! Mas! Mana yang lebih manis?


Tape singkong pake ragi super 

Tape ketan pak ragi pilihan 

Keduanya berair nyus .... muanissss pol!


nah... kalo mau pilih satu Mas?


Silahkan ....!

Nomor satu jangan dimakan raginya

La wong sudah tinggal cicip aja .. lur 

Monggo silahkan Tape ketan 

Juga dicoba tape singkong 

yang keduanya 

sudah nggak lagi diragukan ....

.



Etruscan
mengalirlah bersama 
keadaan yang ada padamu 

ketika Nampak 
bulir-bulir datang
Semua bagai mengelupaskan 
Nyanyian rindu sesungguhnya 
Yang  membawa hati 
Kembali tertawan 
Sneaking jauh
Memandanu menumbuhkan 
Harapan yang nyaris menghilang 






Setitik sapa untukmu

Yang merasa berat untuk mengerti 

Indahnya kisah puncak mahameru 

Ada disana tatkala pinta dan sapa 

Mendekat denganmu berperawakan 

Serta berwajah jauh dari penguasa 


Ia tidak dimengerti 

Sebagaimana ia menapaki tempat 

Dan arah yang sama denganmu 

Ia yang telah mendahului langkahmu 


Lewat dari semua itu 

Ia yang telah menyingkirkan semua 

Yang menjadi penghalangnya

Tidak dengan persenjataan

Atau dengan pusaka miliknya 

Para keluatan injakkan kaki 

Sudah dicukupkan hingga engkau 

Telah berlalu begitu saja 


Tanpa syarat baginya 

Terkadang ia memilih kembali 

Bahkan dibelakangmu 

Menyantap dengan keriangannya 

Bersamamu tanpa ada simpul 

Yang teringat pada  akan dan nalar 

 


Belum menemukanmu

ditengah kerumunan itu

Lainnya bahkan enggan menjawab

saat kutanya tentangmu

dengan diam

Aku terus pergi mencarimu

hingga malam tiba

Ramai sekali gang itu

Lalu lalang

banyak orang sedang bersama

melakukan aneka transaksi

atau hanya sekedar

bercakap-cakap

sambil meneguk penghangat....


 


Kurang dari seperempat

Delapan huruf itu timbul

Tenggelam di tiup angin 

Lalu mata kecil itu bertanya 

Betulkan?

Mengapa berubah lagi 

Meniadi seperti rupa 

Binatang lain....

Karena terlalu tinggi 

Tempat itu 

Sedikit bisa dipercaya

Hanya seperti mimpi....


,





Agar ada 

Artinya cerita mungkin begitu ya....

Bukan cuma cinta 

Yang katanya bisa jadi segitiga 

Juga 

Cerita ada yang putus nyambung 

Selera lidah adakalanya 

Menyukai yang kering 

Lain hari mau yang basah 

Istilah apa mau disisipkan 

Buat menamainya jika ini hanya 

Seperti musim yang juga silih berganti....






Memudahkan 

Cara mengingatnya 

Yang telah memberi 

Sebuah kenangan perjalanan 

Suatu saat kita pernah bersama 


Alami sekali 

Bagaimana model rambutnya 

Yang begitu halus hitam berikal 


Kalau pun dirubah 

Atau dibentuk baru 

Salon pelurus pun 

akan mengubah sementara

Sebuah aslinya wujud miliknya 

Akan tetap muncul kembali ...



Ambisi ia mengeja 

Setiap maunya 

Lepas grendel 

Kemana larinya 

Langsung keluar 


Dibukakan baginya jalan 

Untuk bisa melewati 

Pintu yang jadi penghalang 

Lalu untuk apa keberhasilannya 

Ketika ambisi yang dulu 

Hanya menyala kecil

Ditengah gelapnya malam 

Hingga nyaris padam 

Ditengah terjangan angin malam 





Lewat tengah hari 

Masih bisa untukmu 

Katanya belum terlambat 

Ingin engkau melewatkan 

Saat bersama melahap kudapan 

Yang tidak mustahil dimatangkan 

Sebagai penghangat kebersamaan 





Masalah bisa dimengerti

Esok  akan selesai mulai kini 

Nampak sudah keseriusannya 

Andai selangkahnya setara lompatannya 

Nyaris yang lusa menjadi esok 

Tapi menunggu membereskan tanda mengerti 

Utuh berbedanya ditempat pandang 

Ingin yang dibuat masih bertingkat....

Menunggumu yang sering tak juga kadang 

Enggan mengerti isyarat hatinya......





Gumpalan berupa menariknya baki 

Ruas demi ruas bermacam warna 

Tipis dan menebalnya lapisan penutup 

Gelap bagian tebal berlapis gula 

Selembar plastik tipis membatas 

Lampu ruang menambah manisnya rupa 

Lumber bagian sudut mengundang hasrat 

Betapa jeli setiap lapis bagian dibentuk 

Narik nafas yang didekat ingin mencoba 


Mungkin masih menunggu 

Rintik hujan membikin kesabaran 

Tidak bisa digambarkan dalam rupa 

Selalu terdengar lagu itu bikin menunggu 

Satu dua tiga mulai bertepuk tangan 

Lahir keceriaan baru sesaat kemudian 

Menutup dengan santapan yang telah...

Menggoda sejak awal siapa saja yang ada....

Anggukan demi anggukan 

Mengisyaratkan akan kenikmatan  rasa 

Juga kenyal yang memadai bagi semua umur 





Tiada hari yang seutuhnya terang 

Itu pemandangan yang paling umum 

Dijumpai di belahan bumi ini 

Begitu sederhana tampaknya 

Namun menjawab langsung 

Ketika teman minta dicicip 

Kreasi menunya yang baru 

Kepekaannya akan bagaimana ia 

Terbiasa menggarap aneka menu 

Sepenuh hati dengan segera mengerti 

Bahkan menemukan kekurangan 

Atau sebutlah kealphaan pada bahan 

Yang telah lama disiapkan 

Selebihnya ia mendapatkan gagasan baru 

Untuk menambah sensasi rasa yang lain 

Ini bukan persoalan baru baginya.......

Namun sebagian demi sebagian 

Tanpa kenal menyerah..

Hal yang ia cari ia dapat  dan semakin tampak 

....



terlalu asik
aku dibuat 
dengan mainan baru 
pernah dibuat lupa 
ahh 
tak mau kehilangan 
rasa enaknya 
kendati hal ini 
jarang terjadi 
ingat ada yang pake 
cara ini menimbulkan 
sensasi yang ekstra 
lalu dicampur racikkan 
tambahan pas mengenakkan 
telat sedikit 
tidak mengapa 
olah kedua nyata enaknya 
dibikin halus biar nagih 
untung tak sehangus kopi....







Ada istimewanya 

Istimewa karena asin 

Istimewa karena manis 

Juga sedap penambah lainya 

Aslinya bahan bukanlah sisa belaka 


Ramuan yang bukan rahasia mengandung 

Asam menyatu dengan semua yang berada 


Ijinkan kenangan itu

Kusenandungkan baginya

Tiada lain demi kecintaan yang ada ......



mau kita hidup dimana 
nyatanya sekarang sedang dimana 
berada di pusat kota 
ada di pelosok atau pedalaman 
santai di desa terpencil 
mungkin di dalam gedung 
saat ada di perjalanan 
di perkebunan atau 
lautan luas bahkan selokan 
kesamaan langkah kecil 
bisa kita buat untuk sebuah perubahan 
walau hanya sebuah hal kecil .....




Sangkamu menepati harapan 

Menjadi perihal mendesak 

Kepulangan dengan perjalanan 

Menjadi terasa berbeda 

Injakan mengeras perlahan 

Tekanan melembut  pada pedal 

Mengisah suar semakin dalam 

Angin pun melaparkan lagunya 

Hingga injakan pedal malam 

Memanjangkan dengung terindah 

Tidak saat silau mentari 

Membawa injakan itu 

Menyegerakan henti langkah 

Dan membuat diri terperangah...

Baru tersadar 

Itu pedal yang hanya sama 

Letaknya untuk ada di sana....

Setengah jam 

Bisa tidak terasa sebentar ...

Sambil melihat angsa -angsa 

Menari riang memuji 

beningnya air permukaan 

Juga mencicipi rumput-rumput 

Yang ada didekatnya ....

Telah mengusir kesepian 

Tempat menjadi terasa hangat...




.

Debut para kuli lensa 

Membela bara ambisi 

Demi sebuah nama kreasi 

Juga sedikit gengsi...

Rela ikutan dalam antri 

Jajanan yang kini jadi gunjingan 

Melebihi terkenalnya mama jalan 

Jepret sini dan jepret sana 

Take sebelum dapat giliran 

Hingga dekat dengan pujaan 

Ini memang menarik masa 

Entah di lidah atau mata

Yang telah tergoda 

Tiada henti -hentinya sapa 

Buat meminta atau menggoda 

Bidikan kiri bidikan kanan 

Mencari mana letak senyuman

Kadang lupa ama pesanan....

vampire bukan 
sundel juga bukan 
amper bukan ukuran 
susun juga bukan minuman 
keseharian cara kita 
hidup ala  daratan 
main jauh dari dalamnya 
luas bentang dalam lautan 
bertahan dalam keadaan 
mengarahkan menu dambaan 
tanpa ada ketakutan .....
yang datang mengulang kisah..



asal tau aja
Elu yang bikin 
Ulah buat apa 
Ini musim bicara 
Seperti ini rasa hati 
Seperti elu permainkan 
Ok gue diem 
Kau pilih jadi elu yang dulu 
Buaya yang sekarang 
Diem aja
Gue udah tau 
Elu udah mulai cari bunga 
Yang lain terserah....
Gue mau nongkrong disini 
Bukin omongan apa terserah....


 

:::: ada yang dihadapkan 

Mengeja tentang anggapan 

Juga tentang kenyataan 

Maafkan jika demikian 

Pernah menganggap keadaan 

Tidak selalu dimengerti 

Bagaimana perasaan terdalammu 

Saat harus berjauhan 

Kini semakin kuyakini 

Tak selalu cara pandangku benar 

Tak ada lain dari kata maaf jika begitu 

Kelak pasti ada ruang kebahagiaan lain 

Yang masih dapat kita perjuangkan 





@t the moment 
I won't think much 
About the theory 
Of better living 
In which most marketing 
In their own ways 
Promote such megicaly
To take the advantages of their 
Innovations promise amounts of profit 
Let the nature brings my todays happiness 
In their best.
I could not serve more.....
Unless your cute heart found in yourown trips....




yang ini tidak Langsung kudu bisa ngalir seperti air tidak bisa semau kita tempat membawa cara tidak asal cepat termasuk urusan dapur atau singkatnya masak belum percaya....?





Hus hus 
Panggilan itu meragukan 
Berulang - ulang terdengar
Tanpa tanggapan 
Karena nada nya 
Bukan seperti layaknya 
Orang yang sedang memanggil 

Bila disimak dengan jeli 
Lebih cocok nada mengusir 
Apalagi dilihat semua 
Yang melambai itu 
Bukan hanya tangannya

Katakan diafragmanya bersayap 
Maka ada kepakannya 
Yang tampak lincah 
Turut mengulang tak terhitung 
Tak urung yang lain mendapat untung 







Masih ada 

Wajah - wajah tersisa 

Menampakkan keraguan 

Mungkin kebingungan juga 

Usai menganyang sebagian 

Hidangan yang disajikan 

Mau dibawa kemana lagi 

Jika harus berbusana etnumrik 

Yang klasik dan unik demikian 

Hingga keluar 

Bidadari cantik dengan ramah 

Menyapa 

"Lewat Sini Guys"

Huuuuffss semua dibikin 

Salah langkah juga

Salah tingkah

Gerangan apakah 

Yang ditunjukkan olehnya 

Apakah senyumnya yang...

Bikin........









datangmu yang sudah kumimpikan 
tempat ini  tak ingin berdiam 
seraya penghuni menarikan 
dengan dedaunan bergoyang 
tetap gembiranya memerankan 
asalnya tempat jauh dari keramaian 
layaknya pasar untuk tempat 
dimana ia diperjualbelikan 








terlalu kering tidaklah enak 
terlalu dingin sama saja 
musim selalu membawa cara 
campur aduknya pengalaman 
Melewati musim silih berganti 
nyatanya ada indahnya....

Ia sudah punya tanda 
Seperti notifikasi alam 
Untuk apa yang disediakan 
Agar kita punya pilihan 

Sedikit gerakan menyehatkan 
Menambah kenikmatan 
Kelembapan mengisyaratkan 
Menyedia bahan campuran 
Pelengkap enak kekenyalan 
Daging enak semakin nikmat 

Bukan tentang kemewahan 
Resep kecil bercampuran 
Jamur dan bahan alam 
Tambah sedikit senyuman 
Kupikir itu sudah cukupan 
Langsung terusir kelaparan.....

Lagi Fresh: Siraman: >>>  Dear there... I met by chance the neighbors of us who'd driven me  in the unique party I saw the new event That the "...



Tiada lain 

Yang mampu menggambarkan 

Syahdu itu saja 

Trimakasih pada penampilan 

Yang berisi penuh arti 

Dan sangat menghibur hati 




Brusss 

Brannon

Blurred

Byuuuur 

Dan macam lainnya 

Suara mengatakan perubahan 

Bentuk di disuatu tempat 

Atau bagian ttu

 Teriyaki dekat sudah apalagi jauh 

Jika ada baginya keinginan 

Belum ia tampak bergeming 

Andai saja ia mau menjawab 

Seperti suarA "Nggak minat ..."

Yang akan meluncur dari mulutnya...


Alangkah... yeaaaah!

Lega rasa disaat telah 

Mengeja kurawal setahap langkah 

Aksara semakin menimbun bentuk 

Menamai setiap menu dan cecapnya 

Horeeee! Sahut menyahut isinya 

Pekik puas dan gembira

Lidah menama kelompok nikmatnya.....

Dibagian mana tertinggal 

Kopi  brasa natural ada pahitnya 

Ujung sendok menambah gula 

Tidak ada maksud menghilangkannya 

Keaslian yang jadi miliknya.

Jugasay   ... dia itu ngerti 

Bahkan ngerti banget...

Nggak ada yang perlu dikawatirkan 

...



Usai lari 

Ia bertanya 

Kemana yang lain ? 

.....

Ini pertanyaan bos ?

......

Ia silahkan tanya 

...

.m

Sambil istirahat 

Dari sinilah mungkin telah berawal 

Kita  semakin dinama keluyuran 

Apa pun yang kita naiki 

Ja7h maksudnya tentu 

Bukan serta merta nomaden 

Semakin liar ambang arah dipilih 

Semakin lahap karena semakin sehat 

Pengarti dan penikmat artinya bebas 

Omong kosong biar masukin tong 

Nyaring sendiri bunyi kan dibuat.



Walau kita pernah bersama 
Duduk di jeda perjalanan 
Melepaskn kepenatan 
Juga dahaga 
Sama-sama melahap 
Sajian rest area baru itu 
Kita tidak memusingkan 
Perbedaan selera 
Yang ada pada kita ...
Kita hanya ingat 
Bahwa kita sama sama 
Sedang mengisi tenaga
Setidaknya tidak masuk angin 
Gumam begitu kedengaran lucu 
Karena anginnya juga bisa keluar lagi 

https://youtu.be/9ebO73MKxSA



Lagi duduk dengan tenang

bermalas-malasan dibilang orang

takusah dipikir bermacam

Ingin kepala merasa ringan

Seringan aliran air sungai

yang mengalir tenang dan tanpa henti

Hati menyimpul sebuah nama

yang terapung dipermukaan

Warna tak penting dibicarakan

tapi sudah didapat kepastian

Itu pastilah masa lalu seseorang

yang telah melepas dengan bebas

Pasti perasaanya ikhlas

Perasaannya telah jadi ringan

usai melepaskannya hingga mengikuti

aliran sungai itu

Ia tak bisa ditanya

Engkau milik siapa

karena ia telah dilepas

bukan dikatakan dibuang

Tahu sang empunya tak bisa menahan

ada yang baru atau tidak tak pula tahu

Biar saja ia buat lagi yang baru.....

Gumam kecil  pada pemandangan ... itu

Udahlah say....
Asal ngomong aza 
Biar nggak nimbun 
Ntar jadi kentut pasti bau kan... ?

Ketawa semua 
Dibuat seasal dia maunya 
Arah sisir apalah dibilang 
Emang susah ini rambut dibikin 

Lagian ngapain nanya-nanya 
Sidewa mabuk eeeh orang mabuk 
Ngelantur ntar ia punya jawab 
Cuma kumar kumur alias ngalor ngidul 

Belum sempat nanya aja 
Udah bisa ikut ketularan mabuk.....





Imbang itu katanya ideal 
Berimbang lain istilah 
Sama saja 
Orang bilang boleh sesuka 
Utama semua suka juga didamba 
Gampangnya tubuh seksi yang ideal 

Kiri kanan letak neraca 
Imbang mudah tampak dimata 
Tidak semua ada  dikata 
Bila sudah semua ada 

Mikir yang lucu 
Sejadi muncul 
Biasa lihat kehebatan 
Menelan banyak kelezatan 

Nggak ada yang nunggu 
Kapan keluar....